Zoologi

Mengenal Demodex folliculorum | Binatang yang Hidup Diwajah Kita

Mengenal Demodex folliculorum

Mengenal Demodex folliculorum | Binatang yang Hidup Diwajah Kita

Di artikel zoologi kita kali ini kita akan membahas salah satu hewan yang hidup di wajah kita, hewan tersebut bernama Demodex folliculorum, jadi buat kalian yang belum mengenal hewan demodex ini, maka kali ini blog sainspedia akan membahas hewan Demodex folliculorum ini.

Mengenal Demodex folliculorum

Mengenal Demodex folliculorum

Source: National Geographic

Demodex bukan sejenis bakteri, protozoa, atau cacing, Demodex adalah salah satu binatang berukuran mikroskopik yang hidup dalam tubuh inang seperti wajah manusia. Beberapa spesies lain dari genus Demodex juga dapat ditemukan pada tubuh hewan mamalia seperti anjing atau kucing, namun pada artikel kali ini akan difokuskan pada Demodex folliculorum yang inangnya berupa manusia. Termasuk dalam kingdom Animalia, Demodex ada di filum Athropoda (hewan berkaki dan tubuh beruas-ruas) seperti serangga dan kepiting. Berdasarkan klasifikasinya Demodex berkerabat dekat dengan tungau atau kutu.

 

klasifikasi demodex

Berikut adalah klasifikasi dari demodex di wajah manusia:

Kingdom         : Animalia

Phylum            : Arthropoda

Class                : Arachnida

Order               : Trombidiformes

Family             : Demodicidae

Genus              : Demodex

Species            : folliculorum

Ekologi Demodex 

Ada dua spesies demodex yang mendiami wajah manusia yaitu Demodex folliculorum dan Demodex brevis. Keduanya hidup, makan, dan berkembang biak lalu mati pada wajah kita dan lebih banyak ditemukan di sekitar pipi, dahi, hidung, dekat dengan kelopak mata juga telinga. Demodex folliculorum berukuran lebih besar dan lebih suka hidup di pori-pori kulit atau folikel rambut, sedangkan Demodex brevis lebih suka tinggal di daerah kelenjar sebaceous atau kelenjar minyak. Dilansir dari National Geographic, Demodex juga ditemukan di area genital dan dada. D. folliculorum dapat berpindah sekitar 8 sampai 16 mm dalam satu jam dan lebih sering bergerak pada malam hari. Adanya tungau ini menimbulkan rasa gatal-gatal pada wajah menandakan demodex sedang bergerak atau makan dengan cara menggigit. Keberadaan Demodex pada manusia dikategorikan normal apabila jika tidak berlebihan. Rata-rata populasi hewan ini kurang dari lima ekor setiap satu centimeter persegi kulit dan berumur sekitar dua minggu. Namun jika telalu banyak Demodex di wajah, kulit wajah akan mengalami gangguan kulit demodekosis.

Bentuk Demodex

Demodex memiliki bentuk menyerupai cacing kecil, bertubuh transparan dan berkaki delapan di dekat kepalanya, namun demodex larva dan nimfa hanya memiliki tiga pasang kaki. Demodex dewasa berukuran 0,25-0,4 mm. Makanan dari tungau ini berupa minyak wajah atau sebum dan sel-sel kulit mati.

Sejarah Penemuan Demodex

Seorang ilmuan bernama Jacob Henle pada tahun 1841 pertama kali mempublikasikan mengenai jenis tungau di wajah ini, namun kurang begitu menarik perhatian. Kemudian tahun 1842, Gustav Simon seorang dokter kulit Jerman menemukan adanya sejenis hewan pada wajah dan dinamai dengan Acarus folliculorum. Pada tahun 1843, Richard Owen, seorang ilmuan dari Inggris menamakan genus ini sebagai Demodex. Demodex tidak ditemukan pada bayi baru lahir, namun dapat ditularkan melalui kontak ibu. Demodex sering ditemukan pada remaja, dewasa, atau lansia.

Reproduksi Demodex

Demodex lebih menyukai bertelungkup di dalam folikel rambut atau pori-pori dan mendiami bagian wajah yang paling berminyak, namun ketika waktu perkawinan telah tiba, demodex dewasa akan keluar menuju permukaan kulit lalu melakukan perkawinan. Telur demodex nyaris tiga kali lebih besar dari induknya sehingga demodex hanya bisa menelurkan satu telur dalam sekali waktu. Telur disimpan di kelenjar minyak dalam folikel rambut. Telur menetas menjadi larva berkaki enam kemudian larva berkembang menjadi dewasa dalam waktu sekitar tujuh hari.

Video Demodex folliculorum

KESIMPULAN

Keberadaan Demodex folliculorum dalam wajah kita tidak berbahaya bahkan sering dikatakan simbiosis komensalisme (saling menguntungkan) karena binatang ini memakan sebum di wajah kita. Meski begitu kita harus senantiasa menjaga kebersihan wajah agar populasi demodex tidak meledak dan tidak menimbulkan penyakit. Adanya sebuah populasi dalam kulit wajah manusia tak lepas dari pertanda menakjubkannya ciptaan Tuhan.

Semoga artikel kita kali ini bisa memberikan manfaat dan pengetahuan kepada kalian semua, mari kita bersyukur dengan nikmat yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa ini dengan mempelajari ilmu sains ini.

Karena dengan mempelajari ilmu sains maka kita akan semakin memahami kebesaran dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa,

 

 

About author

Articles

Saya adalah seorang murid di perguruan Tinggi, saat ini sedang fokus kuliah di fakultas Biologi, dan mencoba meluangkan waktu untuk menulis artikel di blog Sainspedia.net ini
Related posts
Zoologi

Pengertian Koleksi Spesimen, Holotype, Syntype, Lectotype dan Neotype

Daftar Isi Pengertian Koleksi Spesimen, Holotype, Syntype, Lectotype dan NeotypePengertian dan…
Read more
Zoologi

Pengertian Ilmu zoologi Lengkap dan Detail

Daftar Isi Pengertian Ilmu zoologiPenjelasan Ilmu Zoologi secara bahasa dan istilahSecara…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter

Sign up for Sainspedia’s Daily Digest and get the best of Sainspedia, tailored for you.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *