Sitologi

Pengertian Ilmu Sitologi

Pengertian Ilmu Sitologi

Pengertian Ilmu Sitologi

Pengertian Ilmu Sitologi

Sitologi merupakan salah satu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang sel. Di dalam sitologi, teori-teori tentang sel terus dipelajari, misalnya komponen penyusun atau struktu sel, daur hidup sel, pembelahan sel, metabolisme di dalam sel, hingga kematian sel itu sendiri. Sitologi berasal dari dua kata cyto dan logi atau ology. Cyto berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘kapal kosong’ atau ‘kontainer’ yang dianalogikan sebagai ‘sel’ atau ruangan kosong. Akhiran -logy atau -ology berarti ‘studi’. Kata sel atau cell pertama kali digunakan oleh Robert Hooke, seorang ilmuan dari Inggris. Pada tahun 1665, pengamatan yang dilakukan Robert Hooke pada sayatan gabus di bawah mikroskop menunjukkan sebuah ruangan-ruangan kecil yang kosong. Kemudian ruangan ini disebut sebagai cell yang berasal dari kata latin cella berarti ruangan kecil. Pada abad ke-19 teori sel terus dikembangkan hingga menunjukkan bahwa sel adalah unit dasar penyusun makhluk hidup. Penelitian sitologi masih dilakukan hingga pada era sekarang, namun lebih terfokus pada komponen kimia sel atau sitokimia.

 

Sejarah Awal Sel

 

Sejarah Awal Sel

Sejarah Awal Penemuan Sel | Sumber : https://www.gurupendidikan.co.id/sejarah-penemuan-sel/

 

Robert Hooke (1665)

Penelitian Robert Hooke dipublikasikan dalam buku berjudul Micrographia. Dalam buku ini juga dimuat penemuan dan perkembangan mikroskop yang dibuat oleh Robert Hooke berupa mikroskop majemuk yang memiliki tiga lensa. Penemuan lain yang dimuat dalam Micrographia adalah adanya ruangan kecil atau kotak yang tidak teratur dalam irisan gabus. Ruangan tersebut mengingatkan Hooke pada kamar kecil atau cell. Hal ini menarik para ilmuan lain untuk meneliti sel hingga sekarang diketahui bahwa sel yang diamati Hooke sebenarnya berupa dinding sel pada tanaman yang sudah mati.

Antonie van Leeunwenhoek (1632-1723)

Ilmuan satu ini berhasil menemukan mikroskop satu lensa sehingga dapat melihat objek seratus kali hingga dua ratus kali lebih besar dari ukuran aslinya. Dengan mikroskop temuannya Antonie van Leeunwenhoek mengamati air rendaman jerami pada tahun 1683. Ia menemukan makhluk kecil yang bergerak-gerak dalam air. Temuannya ini diberi nama ‘animalcules’. Sebenarnya makhluk mikroskopik tersebut diduga sebagai bakteri atau protozoa.

Robert Brown (1812)

Ilmuan dari Skotlandia yang menemukan nukleus atau inti sel dalam sel tanaman anggrek, berupa benda kecil terapung dalam cairan sel.

Jacob Schleiden (1838) dan Theodor Schwan (1839)

Jacob Schleiden merupakan ahli botani sedangkan Theodor Schwan merupakan ahli zoologi. Pada tahun 1838 Jacob Schleiden meneliti tentang sel-sel pada tumbuhan, sedangkan Theodor Schwan meneliti sel hewan pada tahun 1839. Keduanya sampai pada satu kesimpulan bahwa setiap makhluk hidup atau organisme tersusun dari satu atau lebih sel sehingga sel merupakan unit fungsional dan struktural dasar kehidupan. Akhirnya pada 1839 tercetus sebuah teori sel klasik dan dipublikasikan dalam ‘Microscopic Investigations on the Accordance in the Structure and Growth of Plants and Animals’, yang berisi pernyataan pertama dari penggabungan teori sel kedua ilmuan tersebut.

Rudolf Virchow (1858)

Penelitian yang dilakukan Rudolf pada tahun 1858, menghasilkan temuan bahwa sel juga berasal dari sel yang sebelumnya telah ada. Temuan ini semakin melengkapi teori sel.

Sel meskipun benda kecil dan mikroskopis ternyata sangat kompleks dan luas. Untuk itu ilmu tentang sel terus dipelajari hingga kini sampai terbentuklah cabang ilmu khusus untuk sel berupa sitologi.

 

Teori Sel

Berikut adalah teori klasik tentang sel:

  1. Sel merupakan unit dasar dari struktur dan fungsi benda hidup
  2. Setiap organisme hidup tersusun dari satu atau lebih sel
  3. Organism hidup terkecil adalah sel tunggal, dan sel-sel menyusun unit-unit fungsional pada organism multiseluler.
  4. Sel muncul dari sel yang ada sebelumnya untuk memastikan keberlanjutan hidup melalui pembelahan seluler.
  5. Sel membawa materi genetik melalui sel-sel anakannya selama pembelahan sel.
  6. Semua sel secara mendasar memiliki komposisi kimiawi yang sama.
  7. Aliran energi (metabolisme dan biokimia) terjadi di dalam sel

Penutup

Demikian artikel mengenai penjelasan ilmu sitologi kali ini, adapun ringkasan dari artikel kita kali ini adalah

  1. Ilmu sitologi adalah ilmu yang membahas mengenai ilmu sel
  2. Di dalam ilmu sitologi ini banyak teori yang berkembang seiring dengan penemuan-penemuan ilmu sel terbaru.
  3. Di dalam sitologi, teori-teori tentang sel terus dipelajari, misalnya komponen penyusun atau struktu sel, daur hidup sel, pembelahan sel, metabolisme di dalam sel, hingga kematian sel itu sendiri.

Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan pengetahuan yang baik untuk kita semua, jangan lupa untuk membagikan ilmu ini kepada orang lain.!

About author

Articles

Saya adalah seorang murid di perguruan Tinggi, saat ini sedang fokus kuliah di fakultas Biologi, dan mencoba meluangkan waktu untuk menulis artikel di blog Sainspedia.net ini
Related posts
Sitologi

Fungsi Membran Plasma Dalam Transport Zat

Daftar Isi FUNGSI MEMBRAN PLASMA-PERAN PROTEIN MEMBRAN PLASMA DALAM TRANSPORT ZATFungsi Membran…
Read more
Sitologi

Pengertian Membran Plasma, Sifat, Fungsi, Struktur, hingga Karakterisitik Fosfolipid Bilayer.

Daftar Isi Penjelasan  Lengkap MEMBRAN PLASMA (Selaput Pembungkus Sel)  Sifat, Fungsi, Struktur…
Read more
Sitologi

Perbedaan Sel Pada Organisme Prokariot Dan Ekariot

PERBEDAAN SEL PADA ORGANISME PROKARIOT dan EUKARIOT (SEL HEWAN DAN TUMBUHAN) Organisme Prokariot…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter

Sign up for Sainspedia’s Daily Digest and get the best of Sainspedia, tailored for you.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *