Zoologi

Pengertian Koleksi Spesimen, Holotype, Syntype, Lectotype dan Neotype

Pengertian Koleksi Spesimen, Holotype, Syntype, Lectotype dan Neotype

Pengertian Koleksi Spesimen, Holotype, Syntype, Lectotype dan Neotype

Pengertian Koleksi Spesimen, Holotype, Syntype, Lectotype dan Neotype

Sejak ratusan tahun lalu telah ada para peneliti yang melakukan ekspedisi ke berbagai benua untuk mengumpulkan berbagai jenis hewan dan tumbuhan yang ada di seluruh bumi. Misalnya pada abad ke-19 ada Darwin, Banks, dan Wallace yang sering melakukan ekspedisi ke antar benua. Dalam perjalanannya, mereka mengamati spesies tertentu mulai dari morfologi ataupun fisiologinya, mencatat, menggambar, hingga membuat beberapa koleksi spesimen secukupnya. Koleksi spesimen yang dibuat biasanya merupakan spesies hewan atau tumbuhan yang belum pernah ditemukan atau belum memiliki nama ilmiah. Hingga saat ini kegiatan yang dilakukan oleh para ahli ilmu alam (natural historist) tersebut masih diteruskan oleh generasi-generasi berikutnya untuk melakukan penamaan dan pendataan berbagai macam spesies hewan dan tumbuhan yang ada di bumi. Hanya manusia yang diberi kesadaran dan kemauan untuk mengumpulkan dan memberi nama berbagai macam flora dan fauna di bumi, hal ini sesuai dengan salah satu firman Allah SWT dalam Al Qur’an yang artinya:

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar!” (Al-Baqarah 31).

Pengertian dan Manfaat Koleksi Spesimen

 

Pengertian dan Manfaat Koleksi Spesimen

Pengertian dan Manfaat Koleksi Spesimen

 

Koleksi Spesimen merupakan awetan suatu spesies yang penting sebagai bahan penelitian keanekaragaman flora dan fauna. Awetan tersebut harus terus dijaga agar tidak rusak oleh hama, jamur, bakteri, maupun kerusakan lainnya. Pada dasarnya koleksi spesimen dibedakan menjadi dua yaitu koleksi spesimen untuk museum dan koleksi spesimen untuk penelitian. Kedua jenis koleksi spesimen tersebut dapat digunakan sebagai bahan pendidikan. Selain itu koleksi spesimen dapat digunakan sebagai referensi oleh peneliti di masa yang akan datang karena spesimen hewan maupun tumbuhan yang telah diawetkan dan dirawat dengan baik dapat bertahan dan memperlihatkan karakter-karakter spesies tersebut hingga 200 tahun.

Koleksi spesimen juga dapat menggambarkan keanakaragamaan flora fauna yang ada di bumi dari masa lampau hingga masa kini. Koleksi spesimen hewan juga dapat menunjukkan perubahan yang terjadi pada suatu spesies selama ratusan tahun terakhir, apakah terjadi perubahan bentuk, genetik hingga pembentukan spesies baru. Keberadaan koleksi spesimen hewan juga masih digunakan dalam penelitian masa kini, dan dapat menggambarkan suatu proses evolusi yang terjadi pada suatu spesies. Koleksi spesimen juga dapat membantu mempelajari hubungan kekerabatan, mempelajari pola sebaran geografi, mempelajari pola musim dan keberadaannya, mengetahui habitat dari suatu hewan.

Spesies hewan maupun tumbuhan yang dijadikan koleksi harus dipastikan terlebih dahulu bahwa jumlahnya masih tersedia di alam bebas dan tidak berlebihan dalam membuat koleksi spesimen sehingga tidak berakibat pada punahnya spesies tertentu. Koleksi spesimen yang baik dapat diamati secara morfologi, anatomi, histologi, sitologi hingga biokimia molekuler dari spesies tersebut sehingga dapat dijadikan bahan penelitian untuk masa kapanpun.


Tipe-Tipe Spesimen Taksonomi

Dalam ilmu sistematika dan taksonomi terdapat istilah holotype, syntype, lectotype, dan neotype, yang merupakan tipe spesimen. Pengertian dari istilah tersebut yaitu:

  • Holotype merupakan spesies yang pertama kali ditemukan lalu dideskripsikan dan dijadikan dasar acuan utama sebagai tatanama
  • Syntype merupakan spesimen yang didapatkan bersamaan dengan holotype namun tidak dijadikan sebagai acuan.
  • Lectotype merupakan spesimen syntype yang dijadikan acuan utama jika holotype hilang atau hancur.
  • Neotype merupakan spesimen baru yang dipilih jika holotype, syntype, dan lectotype sudah tidak ada atau hancur.

Misalnya, seorang peneliti menemukan spesies baru di suatu wilayah tertentu, lalu diambil lima individu untuk dijadikan koleksi spesimen. Spesimen pertama dijadikan sebagai acuan utama sehingga disebut Spesimen Holotype. Empat spesimen lainnya dijadikan Syntype. Jika acuan utama tadi rusak atau hilang, salah satu Syntype diambil dan dijadikan acuan utama yang baru. Acuan utama yang baru ini disebut Lectotype. Apabila semua spesimen holotype, syntype, dan lectotype rusak atau hilang, peneliti dapat mencari spesimen lagi untuk dijadikan acuan. Spesimen ini disebut Neotype bukan Holotype karena tidak pertama kali ditemukan.

 

Teknik Koleksi Spesimen Hewan

Koleksi spesimen yaitu pengawetan yang digunakan dalam mempertahankan organ spesimen. Teknik koleksi dibedakan menjadi tiga yaitu koleksi kering, koleksi rangka dan koleksi basah. Koleksi kering misalnya insektarium dan teksidermi. Insektarium merupakan tempat penyimpanan koleksi spesimen insekta atau serangga, sedangkan taksidermi merupakan pengawetan hewan dengan kulitnya saja sedangkan organ tubuh bagian dalam diganti dengan kapas. Koleksi rangka atau tulang dibuat dari kumpulan tulang suatu hewan yang sudah dibersihkan dari dagingnya lalu disusun kembali seperti sedia kala. Sedangkan koleksi spesimen basah dilakukan dengan menyimpan spesimen di dalam botol bening yang berisi larutan pengawet seperti alkohol dan formalin. Koleksi spesimen perlu dilakukan perawatan dan pengecekan secara berkala agar awetan spesimen terus bertahan hingga ratusan tahun dan tetap bermanfaat untuk masa yang akan datang.

 

1. Koleksi Spesimen Basah di Natural History Museum, London

2. Koleksi Spesimen Insektarium (Hamidah, 2015)

3. Koleksi Spesimen Taksidermi (Ramkrishna, et.al., 2017)

4. Koleksi Spesimen Rangka (Wijayanti, et al.,2017)

 

Kesimpulan

Koleksi Spesimen merupakan aset ilmiah yang penting untuk mempelajari keanekaragaman flora dan fauna di seluruh dunia. Ketidaktahuan keanekaragaman flora dan fauna bisa berakibat pada punahnya suatu spesies tertentu yang bahkan belum diketahui namanya. Padahal setiap spesies tertentu merupakan sebuah potensi harta karun yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Bahkan beberapa spesies sangat bermanfaat bagi manusia, misalnya untuk obat suatu penyakit tertentu, inspirasi teknologi baru, penyeimbang ekosistem dan berbagai manfaat lainnya.

Semoga artikel dengan tema zoologi ini bermanfaat dan menambah wawasan kita semua, aminn!

Sumber Bacaan :

  1. Hamidah, D. N., 2015. Skripsi. In: Pengembangan Insektarium Disertai Buku Pedoman   Pembuatan Koleksi Serangga Sebagai Media Praktikum Untuk Siswa Kelas X   SMA/MA. Yogyakarta: Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Negeri Sunan Kalijaga
  2.  Ramkrishna, & Leelavathy. (2017). Innovative Method of Dry Preservation of Animal, Bird         Models in Lieu of Taxidermy. International Journal of Research & Review , 4(8), pp.            50-52.
  3. Wijayanti, A., Damanik, J., Fandeli, C., & Sudarmadji. (2017). Upaya Mewujudkan Peran            Edukasi Melalui Budaya Berfikir Di Museum Biologi Yogyakarta. Jurnal Khasanah          Ilmu , 8(2), pp. 81-83.

 

 

About author

Articles

Saya adalah seorang murid di perguruan Tinggi, saat ini sedang fokus kuliah di fakultas Biologi, dan mencoba meluangkan waktu untuk menulis artikel di blog Sainspedia.net ini
Related posts
Zoologi

Mengenal Demodex folliculorum | Binatang yang Hidup Diwajah Kita

Daftar Isi Mengenal Demodex folliculorum | Binatang yang Hidup Diwajah Kitaklasifikasi…
Read more
Zoologi

Pengertian Ilmu zoologi Lengkap dan Detail

Daftar Isi Pengertian Ilmu zoologiPenjelasan Ilmu Zoologi secara bahasa dan istilahSecara…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter

Sign up for Sainspedia’s Daily Digest and get the best of Sainspedia, tailored for you.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *